ARTICLE AD BOX
Ketua KWP, Ariawan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa acara ini merupakan bagian dari kepedulian wartawan terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu. Dia menegaskan, wartawan tidak hanya bertugas meliput kegiatan sosial, tetapi juga turut berkontribusi secara nyata.
“Kami hampir setiap tahun meliput kegiatan fraksi yang membagikan sembako dan memberikan santunan. Namun, kami merasa perlu ikut serta dalam berbagi, bukan hanya sebagai peliput. Karena itulah, Ramadhan KWP hadir sebagai bentuk nyata kontribusi wartawan dalam kegiatan social,” ujar Ariawan.
Di akhir acara, Ariawan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Ia juga menyampaikan permohonan maaf menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Saya mewakili pribadi dan pengurus KWP memohon maaf lahir dan batin, jika selama kepengurusan ada salah kata atau tindakan yang kurang berkenan. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua,” kata Ariawan.
Sementara Panitia Santunan Anak Yatim Piatu KWP, Syariful Alam mengatakan, ada 25 anak yatim piatu yang diberikan santunan. Mereka berada tidak jauh dari gedung parlemen. “Mereka dari Yayasan Bangun Insan Mandiri yang berada di Benhil, Jakarta Pusat,” ucap pria yang juga jurnalis di salah satu radio ini.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat, Herman Khaeron menegaskan, pentingnya kepedulian terhadap anak yatim dan kaum duafa sebagai bagian dari tanggung jawab negara. “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Ini amanah konstitusi.
Maka, kegiatan seperti ini penting untuk mengingatkan negara agar tetap peduli terhadap entitas yang membutuhkan perhatian,” ucap Herman. Herman juga mengapresiasi KWP yang konsisten mengadakan kegiatan sosial, termasuk santunan anak yatim. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian.
Melainkan juga sarana mempererat tali silaturahmi antara wartawan dan berbagai pihak di Parlemen. Herman menyoroti pula pentingnya keseimbangan antara pola pikir dan pola rasa dalam kehidupan sosial. “Kalau hanya berpikir secara pragmatis, kita akan cenderung mengambil yang menguntungkan dan meninggalkan yang merugikan. Padahal, kehidupan sosial harus dibangun dengan rasa, dengan empati,” tegasnya.
Acara yang digelar di bulan Ramadhan ini pun, diharapkan dapat membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. Diketahui, santunan tersebut merupakan tahun kedua yang diadakan oleh KWP. Tahun sebelumnya, acara serupa digelar di aula masjid DPR RI. Dengan adanya kesinambungan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan berbuat baik bagi sesama, khususnya di bulan suci Ramadhan. k22