Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang Mgr Petrus Turang Tutup Usia

15 hours ago 4
ARTICLE AD BOX
"Dengan penuh iman dan pengharapan akan kebangkitan, kami mengumumkan bahwa telah berpulang ke rumah Bapa di Surga, Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, pada hari ini," ujar Romo Krispinus.

Mgr. Petrus Turang mengembuskan napas terakhir pada pukul 06.20 WIB. Saat ini, jenazahnya masih disemayamkan di rumah duka di Jakarta dan akan diterbangkan ke Kupang pada Sabtu (5/4) pagi.

"Jenazah akan tiba di Bandara El Tari Kupang pada pukul 10.00 WITA dan selanjutnya disemayamkan di Gereja Kristus Raja Katedral Kupang hingga hari pemakaman," tambahnya.

Rangkaian misa requiem akan dilaksanakan sebanyak tiga kali sebelum prosesi pemakaman. Misa pertama akan digelar pada Sabtu (5/4) pukul 18.00 WITA, misa kedua pada Minggu (6/4) pukul 20.00 WITA, dan misa ketiga pada Senin (7/4) pukul 19.00 WITA. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Selasa (8/4) pukul 09.00 WITA di Gereja Kristus Raja Katedral Kupang.

Keuskupan Agung Kupang mengundang umat Katolik untuk menghadiri seluruh rangkaian doa dan perayaan misa sebagai penghormatan terakhir bagi Mgr. Petrus Turang. Romo Krispinus juga mengajak seluruh umat untuk mendoakan arwah almarhum agar diterima di sisi Allah.

Mgr. Petrus Turang lahir di Tataaran, Manado, Sulawesi Utara, pada 23 Februari 1947. Ia ditahbiskan sebagai imam diosesan Keuskupan Manado pada 18 Desember 1974. Sebelum menjadi Uskup Agung Kupang, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Pada 21 April 1997, Mgr. Petrus Turang ditunjuk oleh Paus Yohanes Paulus II sebagai Uskup Koajutor Keuskupan Agung Kupang. Saat itu, Keuskupan Agung Kupang masih dipimpin oleh Mgr. Gregorius Monteiro, SVD. Setelah pensiun, Mgr. Petrus Turang digantikan oleh Uskup Mgr. Hironimus Pakaenoni.

Kepergian Mgr. Petrus Turang menjadi kehilangan besar bagi umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang. Sosoknya yang dikenal sebagai pemimpin rohani yang bijaksana dan penuh kasih akan selalu dikenang oleh umat dan para sahabatnya. *ant

Read Entire Article