ARTICLE AD BOX
Sesuai janji Surya Paloh, Anggota DPR RI Dapil Bali pertama dari NasDem dijatah menakhodai partai di Pulau Dewata. Per 28 Februari 2025 lalu, Senantara menjabat Ketua DPW NasDem Bali dan resmi dilantik Paloh, Kamis (3/4/2025) di Denpasar.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW NasDem Bali AA Ngurah Gede Widiada menuturkan bahwa buah tahun politik 2024 tersebut menjadi modal besar partainya menatap kompetisi politik ke depan. Kata dia, posisi Senantara membantu NasDem menunaikan program pro rakyat.
“Dengan adanya Pak Senantara di DPR RI, kami bisa membuat rencana kerja yang bisa diperbuat untuk masyarakat. Beliau memiliki akses terhadap program yang bisa dibawa ke Bali. Bisa dikerjasamakan dengan komisi lain dan DPD kabupaten/kota,” beber Widiada yang juga Ketua DPD NasDem Denpasar ini.
Tokoh Puri Peguyangan, Denpasar ini mengatakan, sekarang ini NasDem Bali sudah punya Senantara sebagai modal politik, sama seperti partai besar lain di Bali meskipun belum setara. Modal politik seperti inilah yang absen di pihak NasDem Bali selama menjadi kontestan pemilu.
Dengan absennya modal politik tersebut, NasDem Bali berhadapan dengan partai-partai besar di Pulau Dewata yang sudah mengantongi modal politik. Namun, lima tahun ke depan, strategi yang dijalankan Bappilu bakal berbeda menyesuaikan keberadaan modal politik yang sudah ada di Senayan dan Amlapura.
“Kalau akses pusat dibawa ke Bali kan itu finansial, artinya hal-hal yang bisa lebih banyak diperbuat partai-partai lain. Dan, kendala di pemilu lalu ya karena kami belum memiliki akses ke DPR RI,” tutur Widiada.
Sebelum masuk ke strategi pemenangan, Widiada menegaskan ada satu PR yang lebih penting sekarang ini yaitu konsolidasi internal NasDem Bali. Sebelum era Ketua DPW Julie Sutrisno Laiskodat, NasDem Bali kerap diwarnai konflik internal. Hal ini, kata Widiada, harus dibersihkan lebih dulu hingga tuntas.
Langkah konsolidasi untuk memperkuat modal politik yang sudah ada ini diamini Ketua DPW NasDem Bali I Nengah Senantara. Kata dia usai dilantik, Kamis siang, hal yang paling mendesak untuk dilakukan saat ini adalah konsolidasi internal NasDem Bali, dengan DPD, DPC, hingga DPRt.
Di samping itu, Senantara berambisi menggenjot perolehan suara NasDem di Pileg dari kabupaten/kota hingga pusat. Sebab, di Pileg 2024 lalu, perolehan kursi NasDem Bali di DPRD kabupaten/kota menurun dan di level provinsi belum mampu bertambah. Walaupun akhirnya hal itu dibayar dengan satu kursi DPR RI.
“Astungkara, semoga di tahun 2029, Partai NasDem di samping semakin jaya, kursi kabupaten/kota sampai DPR RI bisa bertambah. Target kami, DPR RI bisa dua kursi,” kata Senantara di Denpasar, Kamis siang.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh berpesan kepada Pengurus DPW NasDem Bali untuk bekerja lebih ulet. Paloh minta kadernya tidak saling bergosip dan mencemburui, namun fokus bekerja agar NasDem Bali punya dua kursi DPR RI serta punya satu fraksi di DPRD kabupaten/kota dan provinsi.
“Harus bekerja lebih ulet, memberikan pengayoman kepada anggota, membangun motivasi, dan melangkah dengan tetap membangun jaringan yang lebih kuat, bekerja sama dengan seluruh kawan-kawan partai politik lain,” tandas Paloh. *rat
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW NasDem Bali AA Ngurah Gede Widiada menuturkan bahwa buah tahun politik 2024 tersebut menjadi modal besar partainya menatap kompetisi politik ke depan. Kata dia, posisi Senantara membantu NasDem menunaikan program pro rakyat.
“Dengan adanya Pak Senantara di DPR RI, kami bisa membuat rencana kerja yang bisa diperbuat untuk masyarakat. Beliau memiliki akses terhadap program yang bisa dibawa ke Bali. Bisa dikerjasamakan dengan komisi lain dan DPD kabupaten/kota,” beber Widiada yang juga Ketua DPD NasDem Denpasar ini.
Tokoh Puri Peguyangan, Denpasar ini mengatakan, sekarang ini NasDem Bali sudah punya Senantara sebagai modal politik, sama seperti partai besar lain di Bali meskipun belum setara. Modal politik seperti inilah yang absen di pihak NasDem Bali selama menjadi kontestan pemilu.
Dengan absennya modal politik tersebut, NasDem Bali berhadapan dengan partai-partai besar di Pulau Dewata yang sudah mengantongi modal politik. Namun, lima tahun ke depan, strategi yang dijalankan Bappilu bakal berbeda menyesuaikan keberadaan modal politik yang sudah ada di Senayan dan Amlapura.
“Kalau akses pusat dibawa ke Bali kan itu finansial, artinya hal-hal yang bisa lebih banyak diperbuat partai-partai lain. Dan, kendala di pemilu lalu ya karena kami belum memiliki akses ke DPR RI,” tutur Widiada.
Sebelum masuk ke strategi pemenangan, Widiada menegaskan ada satu PR yang lebih penting sekarang ini yaitu konsolidasi internal NasDem Bali. Sebelum era Ketua DPW Julie Sutrisno Laiskodat, NasDem Bali kerap diwarnai konflik internal. Hal ini, kata Widiada, harus dibersihkan lebih dulu hingga tuntas.
Langkah konsolidasi untuk memperkuat modal politik yang sudah ada ini diamini Ketua DPW NasDem Bali I Nengah Senantara. Kata dia usai dilantik, Kamis siang, hal yang paling mendesak untuk dilakukan saat ini adalah konsolidasi internal NasDem Bali, dengan DPD, DPC, hingga DPRt.
Di samping itu, Senantara berambisi menggenjot perolehan suara NasDem di Pileg dari kabupaten/kota hingga pusat. Sebab, di Pileg 2024 lalu, perolehan kursi NasDem Bali di DPRD kabupaten/kota menurun dan di level provinsi belum mampu bertambah. Walaupun akhirnya hal itu dibayar dengan satu kursi DPR RI.
“Astungkara, semoga di tahun 2029, Partai NasDem di samping semakin jaya, kursi kabupaten/kota sampai DPR RI bisa bertambah. Target kami, DPR RI bisa dua kursi,” kata Senantara di Denpasar, Kamis siang.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh berpesan kepada Pengurus DPW NasDem Bali untuk bekerja lebih ulet. Paloh minta kadernya tidak saling bergosip dan mencemburui, namun fokus bekerja agar NasDem Bali punya dua kursi DPR RI serta punya satu fraksi di DPRD kabupaten/kota dan provinsi.
“Harus bekerja lebih ulet, memberikan pengayoman kepada anggota, membangun motivasi, dan melangkah dengan tetap membangun jaringan yang lebih kuat, bekerja sama dengan seluruh kawan-kawan partai politik lain,” tandas Paloh. *rat