ARTICLE AD BOX
Pasar smartphone sejutaan rupiah menjadi salah satu yang paling ramai, di mana banyak vendor berlomba berikan penawaran paling menarik. Tentu, dengan budget terbatas, racikan spesifikasinya harus pas. Dan TECNO SPARK 30C NFC hadir sebagai salah satu opsi yang menarik untuk dipilih, dengan keunggulan yang bisa dibilang menawan.
Ya, smartphone TECNO sejutaan ini tidak bisa dibilang sangat baru, karena sejatinya TECNO SPARK 30C NFC sudah debut sejak Oktober lalu, bersamaan dengan opsi yang bahkan nggak sampai Rp1 juta (dan sudah kami ulas lebih dulu). Namun memerhatikan apa yang ada di pasar sekarang, dan pengalaman menggunakannya selama beberapa pekan, menurut saya masih sangat relevan meski sudah lewat tanggal Lebaran.
Kalau dari segi desain sudah terlihat menarik perhatian, bagian yang paling menyenangkan bagi saya adalah pengalaman fotografi yang bisa dibawa—membuat saya terkadang lupa kalau sedang memotret pakai smartphone yang sangat terjangkau (dalam impresi yang sangat positif, ya). Apakah pilihan satu ini juga pas untuk Gizmo friends? Berikut review TECNO SPARK 30C selengkapnya.
Desain

Kalau smartphone paling murahnya saja bisa tampil stylish, maka tidak terkecuali desain TECNO SPARK 30C yang beberapa bagiannya terinspirasi seri flagship. Lihat saja, profilnya tergolong tipis, memiliki modul kamera yang dirancang besar, dengan permukaan bodi belakang yang terlihat menyerupai kaca kalau dilihat sekilas. Tersedia dalam pilihan warna hitam dan putih, di mana keduanya tetap memiliki modul kamera hitam.
Opsi warna putih yang saya ulas, memiliki permukaan bodi belakang plastik dengan finishing doff, membuatnya tetap terlihat bersih meski digunakan tanpa case. Sisi sampingnya juga pakai permukaan yang sama, sehingga tidak terlihat murah. Sementara pada bingkai modul kamera TECNO SPARK 30C, diberikan list silver dengan tekstur garis, dan sisi luarnya bisa pancarkan warna pelangi yang sangat subtle, alias hanya muncul dalam sudut dan pencahayaan tertentu saja.




Ketebalannya ada di kisaran 8,5mm, sementara bobotnya sekitar 193 gram, membuatnya masih cukup ringan sekaligus terasa solid dalam genggaman. TECNO juga memperkuat eksterior perangkat, di mana mereka berani mengklaim kalau TECNO SPARK 30C aman meski terjatuh dari ketinggian sekitar 1 meter. Dan juga telah melalui proses uji internal cukup ketat.
Sertifikasi IP54 membuat TECNO SPARK 30C aman dari debut serta percikan air. Overall, tidak hanya kuat, desain TECNO SPARK 30C menjadi salah satu yang paling stylish untuk kelas smartphone entry-level.
Layar

Tampilannya yang stylish, berlanjut ke sisi depan, mengingat TECNO SPARK 30C sudah mengusung jenis kamera selfie punch-hole yang lebih modern. Untuk bezel sih ketebalannya masih sangat wajar. Sementara dimensi layarnya sudah cukup luas, mencapai 6,67 inci dengan panel IPS beresolusi HD+. Pencahayannya tergolong cukup untuk penggunaan di luar ruangan.
Yang menarik di atas kertas, adalah dukungan refresh rate maksimum sampai 120Hz, di mana keunggulan ini belum tentu tersedia di smartphone Rp1 jutaan. Tentunya memberikan efek visual lebih memanjakan mata, karena konten yang kamu gulirkan bisa terlihat lebih mulus. Meski memang, karena limitasi chipset, terkadang tidak bisa sepenuhnya mulus.
Menariknya lagi, TECNO memberikan opsi refresh rate 60/90/120Hz secara lengkap, termasuk opsi untuk berganti secara otomatis. Tanpa proteksi khusus pada permukaan kaca layar depan, sudah ada lapisan pelindung layar yang terpasang dari pabrikan. Namun layar TECNO SPARK 30C sudah dirancang agar bisa digunakan secara normal ketika tangan basah atau berminyak—membuatnya lebih pas digunakan oleh pengguna yang lebih aktif, terutama di luar ruangan.
Kamera

Dengan modul kamera yang dirancang besar di belakang, maka wajar kalau Gizmo friends (termasuk saya) sedikit berekspektasi lebih terhadap kualitas kamera TECNO SPARK 30C. Wajar kalau smartphone ini tidak membawa lebih dari satu kamera di segmennya—di belakang, TECNO sematkan satu sensor kamera, dipasangkan dengan auxiliary lens, dua lampu kilat, dan satu titik merah sebagai pemanis saja.
Menariknya, sensor yang disematkan bukan sembarangan, di mana TECNO memberikan sensor SONY IMX582 yang tergolong terbukti kualitasnya, dan bisa dibilang cukup mewah untuk smartphone sejutaan rupiah. Hasilnya? Jujur, berhasil melebihi ekspektasi saya. Sampai terkadang saya lupa kalau saya tidak sedang menggunakan smartphone Rp2 jutaan ke atas.
Kualitasnya sangat baik di segmennya, dengan reproduksi warna cukup natural, rentang dinamis yang pas, dan kualitas 2x zoom yang masih tergolong oke dan lebih dari cukup untuk dibagikan ke media sosial. Bahkan pada mode portrait-nya diberikan opsi 2x zoom, dengan hasil yang cukup rapih, termasuk untuk obyek selain manusia.
Mode malamnya otomatis muncul sebagai saran ketika smartphone mendeteksi pencahayaan yang kurang, dan kamu bisa menemukan mode pro pada TECNO SPARK 30C, untuk pengaturan parameter manual dengan shutter speed sampai 30 detik, misalnya.
Beberapa hasil foto dari kamera TECNO SPARK 30C, bisa kamu akses selengkapnya lewat album berikut ini ya.
Nggak cuma untuk foto, mode perekaman video pada TECNO SPARK 30C tergolong spesial. Baik dari kamera belakang maupun kamera selfie 8MP, kamu bisa merekam hingga resolusi maksimum 2K 30fps. Bahkan mode portrait video pun ada! Meski memang harus turun ke 720p 30fps. Kualitas footage tergolong berkualitas, meski stabilisasi masih sedikit kurang, jadi ada baiknya untuk gunakan alat bantu atau mengurangi gerakan berlebih saat merekam video.
Fitur

Dirilis tahun lalu, TECNO SPARK 30C menjalankan Android 14 dengan versi HiOS 14.5. TECNO sendiri tidak memberikan jaminan khusus untuk versi OS yang lebih baru. Namun setidaknya, selama pemakaian, TECNO cukup rutin untuk hadirkan pembaruan perangkat lunak, dengan versi keamanan hingga awal 2025. Sekaligus memberikan sejumlah perbaikan bug yang membuat performa terasa sedikit lebih stabil.
Tampilan antarmuka HiOS pada TECNO SPARK 30C terasa cukup clean sekaligus kaya fitur, dan saya tidak merasa menemukan iklan mengganggu sama sekali seperti pada sejumlah kompetitor di segmennya. Bagaimana dengan fitur ekstra? Kalau nggak semua bisa hadirkan radio FM, sensor inframerah, sensor NFC maupun speaker stereo, TECNO SPARK 30C bisa berikan keempatnya sekaligus. Fantastis.

Untuk sensor inframerah, bisa dimanfaatkan sebagai pengganti remote, namun perlu diakses lewat bar notifikasi. Sementara sensor NFC membuat TECNO SPARK 30C jadi opsi terjangkau yang pas untuk dukungan metode pembayaran QRIS TAP, dan hadirnya speaker ganda membuat kamu bisa mendengarkan podcast maupun musik secara kasual lebih lantang tanpa harus menggunakan earphone.
Slot kartunya juga memungkinkan kamu untuk memasangkan dua kartu SIM dan kartu microSD sekaligus. Floating windows untuk jalankan aplikasi dalam jendela kecil? Bisa. Kloning aplikasi media sosial? Bisa. Sampai Dynamic Port yang mirip Dynamic Island milik iPhone, juga dihadirkan lewat TECNO SPARK 30C.
Performa

Seperti sejumlah kompetitornya yang memiliki banderol harga kurang lebih sama, performa TECNO SPARK 30C didukung oleh cip Helio G81 octa-core milik MediaTek, dengan fabrikasi 12nm dan kecepatan maksimum 2GHz. Dipasangkan dengan RAM 6GB (yang bisa diekspansi sampai dua kali lipat lewat virtual RAM), performanya sudah bisa dibilang cukup baik.
Untuk sebuah smartphone sejutaan rupiah, wajar bila kamu menemukan sedikit lag, atau transisi yang mungkin kurang mulus ketika berpindah antar aplikasi maupun menjelajah aplikasi yang sedikit berat. Beberapa aplikasi pun hadir di-load ulang saat multitasking, membutuhkan kamu untuk menunggu sekian detik sampai bisa kembali mengaksesnya.
Overall, sesuai ekspektasi saya, nggak bisa dibilang lemot juga di segmennya. TECNO sendiri memberikan klaim kelancaran perangkat sampai empat tahun penggunaan, namun tentu saya tidak bisa menyarankan Gizmo friends untuk memercayai klaim tersebut sepenuhnya. Setidaknya, akses aplikasi harian maupun untuk main gim kasual, TECNO SPARK 30C masih tergolong cukup memadai.
Mau main gim seperti Subway Surfers sampai CODM di TECNO SPARK 30C? Bisa saja, asalkan lebih bijak untuk mengatur setting grafis, mengingat GPU yang tidak begitu powerful. Lagi-lagi, selama untuk kebutuhan kasual, masih enjoyable kok.
Baterai

Rasanya sudah menjadi standar sebuah smartphone untuk membawa kapasitas daya yang lebih dari cukup ketika digunakan hingga seharian penuh. Baterai TECNO SPARK 30C yang berkapasitas 5,000 mAh pun sudah bisa mencukupi kebutuhan Gizmo friends untuk aktivitas harian, mulai dari penggunaan aplikasi komunikasi seperti WhatsApp dan Telegram, cek email, sampai akses media sosial dari pagi sampai malam.
Untuk penggunaan yang lebih ringan sih bisa sampai keesokan siangnya, tetapi dalam pengalaman saya, belum sampai dua hari penuh. Tentu Gizmo friends bisa memanfaatkan sejumlah mode hemat daya milik TECNO SPARK 30C bila memang ingin perangkat bisa menyala lebih lama, termasuk Ultra Power Saving yang berikan limitasi maksimal pada penggunaan sistem.
Untuk pengisian dayanya sendiri sudah mendukung hingga 18W, dan proses mengisi daya TECNO SPARK 30C membutuhkan waktu kurang lebih dua jam untuk bisa mencapai 100%, sementara untuk pengisian 30%, menambah sekitar 30%. Selain AI Charging Protection yang bisa memperpanjang masa pakai baterai, ada fitur Bypass Charging yang umumnya hanya ditemui di smartphone gaming—cukup “aneh” ketika fitur yang cukup segmented, ikut dihadirkan TECNO ke smartphone sejutaan rupiah.
Kesimpulan

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, setelah smartphone ini dirilis, memang ada cukup banyak opsi baru smartphone sejutaan rupiah yang bisa Gizmo friends pilih. Namun nyatanya, TECNO SPARK 30C tetap bisa menjadi pilihan yang paling pas, lewat semua nilai plus yang ditawarkan.
Yang paling “terasa” kalau ini adalah smartphone Rp1 jutaan, menurut saya ada pada performanya. Dan tentu sudah tercermin pada ulasan di atas, bagian favorit ada pada kualitas kameranya, terutama untuk foto, sangat menyenangkan. Fitur ekstra yang melimpah mulai dari NFC sampai IR remote juga menambah nilai jual. Membuat TECNO SPARK 30C masih sangat layak jadi pilihan pas saat ini.
Spesifikasi TECNO SPARK 30C NFC

Artikel berjudul Review TECNO SPARK 30C: Desain dan Kamera Menawan di Kelas Rp1 Jutaan yang ditulis oleh Prasetyo Herfianto pertama kali tampil di Gizmologi.id