ARTICLE AD BOX
Warga sekitar yang melihat paus itu terdampar tak tinggal diam. Mereka sudah berusaha menolong, menggiringnya kembali ke laut lepas. Namun, paus biru muda itu kembali ke pesisir, dengan penuh darah dan luka. Mamalia laut terbesar di dunia tersebut akhirnya mati akibat luka-luka di tubuhnya setelah terbentur batu karang.
Paus itu kemudian dievakuasi ke pesisir dan dikubur di pesisir Pantai Desa Ped. Sebelum dikubur, warga termasuk Himpunan Penyelam Nusa Penida dan pihak terkait lainnya, membersihkan paus itu dengan air, kemudian dihaturkan sesajen, barulah dikuburkan.
Anggota Kelompok Himpunan Penyelam Nusa Penida I Nyoman Karyawan, mengatakan tidak tahu pasti kronologinya, tapi diperkirakan paus itu terpisah dari kawananannya. “Paus itu kan biasanya berkoloni atau bergerombol, mungkin tersingkirkan dari kawanan atau induknya, sehingga dia lari ke pinggir pantai,” ujar Karyawan saat dihubungi, Sabtu (5/4).
Kemudian, setelah terpisah dari kawanannya, paus itu lewat ke daerah pasang surut, jadi surutnya sampai kelihatan batu karang. “Paus itu sampai lewat sana. Karena terusir dari kelompoknya, paus itu berusaha menjauh sehingga lewat di pasang surut itu, dan tidak bisa banyak berenang,” jelasnya.
Warga yang melihat kejadian itu akhirnya membantu mengevakuasi ke tengah laut. Tetapi paus itu balik lagi. Setelah balik lagi, banyak luka dan banyak darah karena terkena karang. “Dibawalah dia ke tengah laut lagi. Sampai di tengah, paus itu kondisinya sudah kritis, kemudian mati. Kita tidak boleh buang di tengah laut, akhirnya dibawa lagi ke darat,” kata Karyawan.
Prosesi penguburan diawali dengan menyiram tubuh paus agar bersih, kemudian dihaturkan sesajen, baru dikubur. Lubang digali dengan cangkul, lalu paus dikubur di bagian pesisir pantai yang berpasir. "Penguburan berlangsung pukul 20.00 – 21.00 Wita di dalam lubang berukuran 4 meter lebih dengan kedalaman 1,5 meter,” ucap Karyawan.
Menurut Karyawan, dilihat dari karakteristik fisiknya mendekati paus biru. “Perkiraannya usia paus itu masih muda, tapi saya belum sempat searching, dengan panjang segini usianya kira-kira berapa tahun,” ujarnya.
Sebelumnya, bangkai ikan paus raksasa dengan bobot sekitar 50 ton terdampar di Pantai Batu Tumpeng, Banjar Tangkas, Desa Pakraman Gelgel, Kecamatan Klungkung, Senin (14/3/2016) subuh.
Petugas sempat kesulitan mengevakuasi bangkai paus dengan panjang 16,2 meter dan tinggi sekitar 5,5 meter ini, karena saking besarnya bobot paus tersebut. Setelah dilakukan koordinasi antar-pihak terkait, memang disepakati untuk mengevakuasi bangkai paus dan kemudian langsung dikuburkan dalam kondisi utuh di sekitar Pantai Batu Tumpeng. 7 wan