Kondisi SDN 1 Sumberkima, 9 Ruang Kelas Plafonnya Jebol

7 hours ago 2
ARTICLE AD BOX
SINGARAJA, NusaBali
Kondisi belajar tidak nyaman dirasakan sebagian lebih siswa SDN 1 Sumberkima, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Sejak sembilan bulan terakhir, kerusakan ruang kelas semakin parah dan bertambah banyak. Kini, total ada 9 dari 12 ruang belajar yang atapnya bocor dan plafonnya juga jebol.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 1 Sumberkima Putu Ariawati dihubungi Jumat (4/4) kemarin menjelaskan, sekolah ini memiliki 12 kelas paralel dengan 326 orang siswa. Sekolah ini hasil regrouping dengan SDN 2 Sumberkima yang masih satu halaman. Dari sembilan kelas yang plafon jebol dan atap bocor, kerusakan terparah ada di ruang kelas 6A.

Tidak mau mengambil resiko, siswa di kelas 6A sementara belajar di ruang perpustakaan yang juag plafonnya sudah bolong. “Kami mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dan membahayakan anak-anak, sehingga untuk sementara kelas 6A belajar di perpustakaan,” terang Ariawati.

Kalau ruang kelas lain yang juga rusak karena lebih ringan, masih bertahan untuk tetap dimanfaatkan. Meskipun dengan perasaan was-was, bahkan kalau musim hujan kelas-kelas rusak ini bocor dan mengakibatkan genangan air yang membuat proses pembelajaran terganggu.

Dia menyebut kerusakan gedung sekolah ini tidak hanya di ruang kelas. Tembok ruang kepala sekolah juga terancam jebol. Namun Ariawati berharap pemerintah bisa membantu perbaikan dengan memprioritaskan ruang belajar siswa. Kerusakan parah yang terjadi di SDN 1 Sumberkima ini, sebagian memang gedung tua. Sekolah sempat menerima bantuan pada tahun 2024 lalu, namun hanya rehab satu ruang kelas saja.

“Kondisi sarpras kami sudah di update di dapodik, mudah-mudahan bisa masuk prioritas untuk mendapat perbaikan, karena kami khawatir juga pada keselamatan anak-anak,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya juga sudah sempat meninjau langsung kerusakan gedung SDN 1 Sumberkima. Ngurah Arya pun menyebut ada indikasi pengurangan kualitas bangunan saat pengerjaan karena kurangnya pengawasan. Dugaan itu dianalisanya saat melihat rangka atap gedung sudah memakai baja ringan.

“Atapnya sudah pakai baja ringan dan genteng yang tebal, ini yang tidak cocok cepat rusak. Kalau baja ringan kan baru sekitar 10 tahun umurnya. Kualitas pekerjaannya kurang bagus, cepat sekali rusak. Pengawasannya kurang bagus. Kasian dana miliaran pekerjaannya tidak bagus,” papar Sekretaris DPC PDI Perjuangan Buleleng ini.

Ngurah Arya pun meminta pemerintah agar memperhatikan infrastruktur sekolah. Sebab dari 483 SD yang ada di Buleleng, 40 persennya mengalami kerusakan fisik gedung. Hal ini pun sangat mendesak untuk diselesaikan.

“Penanganan kerusakan gedung sekolah ini harus menjadi prioritas nomor satu. Di tengah efisiensi anggaran kita memang tidak bisa berbuat lebih. Astungkara nanti dari pajak pariwisata yang dijanjikan pak Gubernur bisa menolong anggaran perbaikan sekolah di Buleleng,” harap politisi asal Desa/Kecamatan Gerokgak ini. 7 k23
Read Entire Article