Karya di Besakih Terancam Krisis Air

21 hours ago 2
ARTICLE AD BOX
AMLAPURA, NusaBali
Selama Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Penataran Agung Besakih, diperkirakan akan terkendala suplai air untuk kebutuhan ribuan pemedek. Salah satu penyebabnya karena terjadi kemacetan aliran air.

“Sudah pasti akan kesulitan air selama rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Penataran Agung Besakih,” jelas Pamucuk Paiketan Pamangku di Pura Besakih Jro Gede Artayasa, kepada NusaBali di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Besakih Kangin, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Jumat (4/4).

Dijelaskan, selama ini suplai air yang ada  hanya cukup untuk kebutuhan tirtha. Sedangkan untuk MCK tidak lancar. Sebab, bak penampungan air di hulu Pura Penataran Agung Besakih, airnya dialirkan ke Pura Penataran Agung Besakih, Pura Catur Lawa, Pura Pedharman, Pura catur Loka Pala, dan sekitarnya.

Sedangkan untuk MCK tetap kesulitan. Layanan ini membutuhkan air tiap hari sekitar 20 tanki mengingat ribuan pamedek datang selama 24 jam. Sedangkan suplai air selama Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh, rata-rata 10 tanki hingga 12 tanki per hari.


Jro Gede Sudarta pamangku di Pura Ida Ratu Pande Besakih, mengatakan selama ini tidak mengandalkan suplai air dari bak penampungan di hulu Pura Penataran Agung Besakih. “Saya beli sendiri air 2 tanki per hari,” katanya.

Jika pamedek ramai, selama karya, beli 3 tanki. Per tanki kapasitas 6.400 liter, dibeli per tanki Rp 250.000. Jro Gede Sudarta  tidak berharap suplai air yang didatangkan dari Perumda Tirtha Tohlangkir. "Makanya lebih baik membeli sendiri. Apalagi lokasi Pura Ida Ratu Pande, jauh dari parkir. Saat pamedek membutuhkan kamar kecil tidak mungkin balik ke gedung parkir," tambahnya.

Di bagian lain, Kepala Bagian Teknik Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem Ida Bagus Sudirga mengaku telah siap ngaturang ayah mensuplai air setiap hari. Hanya saja, jika kondisi pamedek krodit dan macet di perjalanan, akan kesulitan membawa air.

"Jika kondisi macet di jalan raya, maksimal sehari hanya mampu suplai 2 mobil tanki. Jika tidak macet, bisa lancar suplai airnya," kata Ida Bagus Sudirga.

Ida Bagus Sudirga mengakui, sering terlambat membawa air karena sepanjang jalur Pura Besakih, krodit. "Kadang-kadang saya bisa siasati melakukan pengisian bak penampungan di malam hari, intinya siap ngaturang ayah," tambahnya.

Walaupun, katanya, telag bekerja sama dengan petugas kepolisian, pecalang, Satpol PP dan Dinas Perhubungan agar akses mobil tanki, lancar, tetap saja kesulitan. Karena kroditnya kendaraan jalur Pura Besakih.

Kepala Unit Perumda Tirta Tohlangkir Kecamatan Rendang I Wayan Mangku mengatakan, secara resmi dari pihak panitia belum mengajukan surat permohonan air. "Saya masih menunggu permohonan itu," katanya.7k16 
Read Entire Article