Industri MICE Menjerit, 638 Event Dibatalkan

2 weeks ago 3
ARTICLE AD BOX
Laporan hasil Survei Industri Event Nasional 2024–2025 yang dipaparkan dalam acara “Buka Puasa Bersama Industri Event Nasional 2025” di Exhibition Hall Smesco, Jakarta, Kamis (20/3), mencatat sebanyak 638 event dibatalkan atau ditangguhkan di 32 provinsi hanya dalam waktu kurang dari dua bulan sejak Inpres diterbitkan. Nilai bisnis yang hilang ditaksir mencapai Rp429,23 miliar. Jenis event yang paling banyak dibatalkan adalah meeting (50,64%), disusul event incentive (12,82%) dan pelatihan (10,90%).

Ketua Umum DPP Industri Event Indonesia (IVENDO) Mulkan Kamaludin mengungkapkan, sepanjang tahun 2024, industri event berhasil menyelenggarakan 8.777 event dengan nilai mencapai Rp84,46 triliun, melibatkan sekitar 8,8 juta pekerja. Namun, kebijakan efisiensi anggaran 2025 telah menimbulkan gelombang pembatalan yang berisiko besar terhadap keberlangsungan sektor ini.

“Kami berharap survei nasional ini bisa menjadi dasar rekomendasi strategis bagi kebijakan pariwisata dan ekonomi kreatif. Industri event bukan hanya soal hiburan, tapi menyangkut jutaan lapangan kerja,” ujar Mulkan.

Hal senada disampaikan akademisi Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Dr. Dewi Puspaningtyas Faeni. Ia menilai forum ini menjadi momentum penting memperkuat jejaring bisnis dan membuka ruang inovasi di tengah tekanan kebijakan anggaran yang ketat.

Acara “Buka Puasa Bersama Industri Event Nasional 2025”  dihadiri oleh 150 undangan, yang meliputi perwakilan pemerintah (Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekraf, Bank Indonesia, BPS), penyelenggara event, supplier, pelaku pariwisata, akademisi, dan media, tidak hanya menyajikan data mendalam dan analisis terkini, tetapi juga memfasilitasi diskusi terbuka guna berbagi solusi inovatif dalam menghadapi dinamika industri yang semakin kompleks. 

Survei industri event yang telah berlangsung sejak 2020 oleh IVENDO kini dikawal bersama oleh ASPPI, PaSKI, ASITA, HASTANA Indonesia, AELI, KADIN Indonesia, dan APMI.  “Kami berharap survei nasional ini dapat semakin melibatkan seluruh ekosistem event di Indonesia sehingga hasilnya dapat dijadikan rekomendasi strategis bagi pengembangan kebijakan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Mulkan Kamaludin.



Read Entire Article