ARTICLE AD BOX
Dia juga menjelaskan panggilan Timnas Indonesia untuk dua laga Putaran Ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Maret 2025. Namun, Audero belum dapat kesempatan debut, usai Timnas kalah 1-5 dari Australia dan menang 1-0 atas Bahrain.
"Ini pengalaman luar biasa yang membuka mata saya terhadap sebuah dunia yang sebenarnya sudah saya kenal," ujar Audero, dilansir bola.com, Jumat (4/4).
Emil Audero lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 18 Januari 1997. Ibunya dari Italia dan ayahnya asli Indonesia. Sejak kecil, dirinya pindah ke Italia.
"Tetapi kini saya mengalaminya sepenuhnya. Ayah saya asli orang Indonesia, sedangkan saya telah bermain untuk semua tim nasional junior Italia, tetapi saya tidak pernah mendapat panggilan ke tim senior," kata Audero.
Audero menjadi langganan Italia junior. Mulai dari Timnas U-15, U-16, U-17, U-18, U-19, U-20, dan U-21. Namun dirinya tidak kunjung dipanggil Timnas Italia senior. Saat dibujuk untuk jadi Warga Negara Indonesia (WNI), Audero dipaparkan soal proyek Timnas Indonesia oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Skuad Garuda mengincar Piala Dunia 2026.
"Mantan presiden Inter Milan, Thohir, menjelaskan proyek ini kepada saya, dan saya mendukungnya, baik karena ikatan darah maupun alasan profesional," ucap Audero.
Selain itu, kata Audero, Indonesia sedang berjuang bermain di Piala Dunia pertamanya dalam sejarah. Menurutnya, hal itu sebuah emosi yang semakin memperkaya perjalanan kariernya.
Lebih jauh Audero merasa yakin akan segera mendapatkan kesempatan debutnya bersama skuad Garuda. Dia harus bersaing ketat dengan kiper andalan Timnas Indonesia, Maarten Paes, yang sulit digusur dalam delapan laga terakhir Timnas Indonesia.
Dia yakin pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert akan segera memberikan kesempatan debutnya pada laga berikutnya. Yakni, saat melawan China pada 5 Juni 2025. Pasalnya, Maarten Paes disanksi larangan bermain akibat akumulasi kartu kuning.
Audero jadi satu-satunya pemain dalam daftar susunan pemain (DSP) yang tak dimainkan. Bukan mengecilkan kualitas Audero, tapi Maarten Paes (26 tahun) dipilih karena chemistry yang sudah terbangun dengan tim. Sebab Audero belum lama jadi WNI via program naturalisasi. *