ARTICLE AD BOX
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika mengatakan, jasad korban ditemukan pada Selasa (18/3) di sebuah pondokan kebun warga di Banjar Dinas Sandi Kertha, Desa Pejarakan. Aksi ulah pati yang dilakukan MS pertama kali diketahui oleh Nyoman Lokananta yang merupakan ayahnya.
“Awalnya saksi hendak ke lahan yang dikontrak sekitar pukul 07.00 Wita. Pada saat bersamaan, saksi mendapati sepeda motor anaknya terparkir di sekitar lokasi,” ucap AKP Gede Darma Diatmika, dikonfirmasi Jumat (21/3) siang
Ia menambahkan, saat itu Lokananta sempat memanggil dan mencari keberadaan anaknya. Namun tidak ada jawaban. Hingga saat tiba di pondokan, ia mendapati jasad putranya itu telah tergantung di balok pondokan.
“Melihat hal itu, saksi segera memberitahu warga sekitar dan kerabat keluarga untuk menurunkan jasad MS. Kemudian mereka membawa jasad MS ke rumah duka, lalu melapor ke Polsek Gerokgak untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Polisi yang menerima laporan itu segera melakukan olah TKP. Sejumlah saksi dimintai keterangan, termasuk juga melakukan pemeriksaan terhadap jenazah MS. Hasil pemeriksaan jenazah, tim medis Puskesmas 2 Gerokgak tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh MS.
Sebaliknya tim medis menemukan tanda-tanda kematian akibat ulah pati. Tim medis menyimpulkan kematian MS disebabkan karena kekurangan oksigen akibat jeratan tali pada leher. “Sedangkan dari keterangan saksi-saksi, penyebab aksi nekat MS diduga depresi akibat terlilit utang karena judi online (judol),” tandasnya.7 mzk