ARTICLE AD BOX
Insiden yang terjadi sekitar pukul 03.25 Wita ini menghanguskan 27 kamar kos dan sebuah gudang rongsokan dengan luas keseluruhan yang terbakar mencapai 8,5 are. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut meski sedikitnya 15 orang penghuni berada di lokasi saat kejadian.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung I Wayan Wirya, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia mengatakan pihaknya langsung merespons cepat setelah menerima laporan.
“Kami mengerahkan personel pada pukul 03.30 Wita dan tiba di lokasi lima menit kemudian,” kata Wirya, Sabtu siang.
Wirya melanjutkan, proses pemadaman berlangsung dramatis dan memakan waktu cukup lama yakni sekitar 3 jam 20 menit. Api yang membesar dengan cepat diduga karena banyaknya material mudah terbakar di area tersebut.
Sebanyak sembilan unit mobil pemadam dikerahkan dari lima pos berbeda, yaitu Pos Induk (2 unit), Pos Kunti (2 unit), Pos Majapahit (2 unit), Pos Bali Pecatu Graha (2 unit), dan Pos ITDC (1 unit). Selama proses pemadaman, sekitar 80.000 liter air digunakan untuk mengendalikan api agar tidak merambat ke bangunan lain.
Meski kobaran api berhasil dipadamkan, kerugian material belum dapat dipastikan. Namun, petugas menyebut beberapa rumah di sekitar lokasi berhasil diselamatkan. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Tindakan pengamanan di lokasi melibatkan sinergi antara petugas pemadam kebakaran, kepolisian, dan masyarakat setempat.
“Sampai saat ini, tafsiran kerugian belum diketahui,” ucap Wirya.
Sementara pihak kepolisian Polsek Kuta yang melakukan penyelidikan menduga kebakaran itu terjadi akibat korsleting listrik. Dugaan itu berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang merupakan penghuni kos.
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi dalam keterangan persnya, Sabtu kemarin, mengatakan api yang membakar kos-kosan semi permanen itu cepat merembet karena banyaknya barang yang mudah terbakar. Pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Badung mengerahkan sembilan unit mobil damkar.
Salah seorang saksi mata, Ana Lina, 44, asal Probolinggo, Jawa Timur, kepada petugas polisi yang datang ke TKP mengatakan pada saat awal kebakaran terjadi dirinya belum tidur. Awalnya saksi melihat asap pekat. Curiga terjadi kebakaran, saksi keluar kamar dan melihat api sudah membakar salah satu kamar.
“Melihat kobaran api, saksi menggedor pintu pemilik kamar kos sambil berteriak ada kebakaran,” kata AKP Sukadi.
Sementara pemilik kos, Riono, 70, menurut AKP Sukadi mengatakan pada saat awal kejadian dirinya sedang tidur. Korban dan keluarga terbangun setelah pintu kamarnya digedor Ana (penghuji kos). “Mereka semua berusaha menyelamatkan diri. Sementara harta benda mereka sebagian besar tak tertolong,” lanjut AKP Sukadi.
Menerima informasi tentang adanya kejadian tersebut, aparat Polsek Kuta mendatangi TKP. Keterangan dari para saksi mata, titik awal api kebakaran itu di salah satu kamar kos tak berpenghuni. Kerugian yang ditimbulkan belum bisa diperkirakan.
“Peristiwa kebakaran itu juga mendapat respons cepat dari tim pemadam kebakaran Badung dengan mengerahkan sembilan unit mobil,” ucap AKP Sukadi.
7 ol3, pol